Jumat, 06 Mei 2011

Cerita Jam Sembilan Malam

pernakah kau merasakan?
ketika kau terasingkan dari kelompok mu
ketika kau tersisihkan dari perkumpulan mu


pernahkah kau temui?
ketika teman teman mu mulai menyebalkan
ketika sahabat mu mulaipergi mencari dunianya.. tanpamu.. tanpa sekedar bercerita..

pernahkan kau mengalami?

ketika tulus perhatianmu dihiraukan

ketika kepada orang lain peduli sementara padamu tidak

setidaknya itulah yang kudengar
dari bibir kecil seorang gadis culun
yang selalu duduk di pojok kelas

sambil melihat teman teman nya berpesta
senyum kecil tergambar di wajahnya kala itu
melihat sambil terus berselimut takdir pahit
bibirnya bergetar saat berucap...
matanya memerah berlinang air mata
bercerita tentang rasa bingungnya yang memuncak..
bercerita tentang rasa amarahnya yang telah mencapai klimaks
bercerita tentang sedihnya yang tak sanggup lagi ia bendung
bercerita tentang sepinya yang semakin hening
hingga akhirnya bendungan air mata itu pecah

tapi kini ia telah mencoba untuk tidak peduli
tidak peduli terhadap teman teman nya
telah melupakan orang orang di sekitarnya
yang telah menjadikan ia sampah
yang telah membuang ia kedalam selokan airmata
yang telah membakar amarahnya
dan akan terus memeluk orang yang iba terhadapnya
sambil terus berselimut takdir kelabu

tanggal 5 bulan 5 pukul 9
malam
ia terus menatapku pasrah
sambil bercerita
ditemani cahaya bulan
di beranda depan...



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Play with Gembul :D